Explore
Antrean Bensin Sore, Antrean Solar Malam: Ada Apa dengan BBM di Manado? Bagian 2
![]() |
| Antrean mobil solar di SPBU Sario, Manado, pukul 20.37 Wita, Jumat (16/10/2026). |
Dalam keterangannya, Pertamina berharap tambahan pasokan dan optimalisasi pelayanan dapat membuat kondisi di SPBU berangsur membaik.
Informasi ini penting sebagai bagian dari penjelasan resmi. Namun, tambahan pasokan Pertalite tidak dengan sendirinya menjawab seluruh pertanyaan mengenai antrean yang terlihat di lapangan.
Pertalite dan solar merupakan produk berbeda dengan kebutuhan dan pola penyaluran masing-masing. Untuk memahami antrean solar di Sario pada pukul 20.37 WITA, diperlukan pula penjelasan mengenai stok, jadwal distribusi, serta pelayanan solar di SPBU tersebut.
Begitu juga dengan kondisi penghalang yang terlihat sudah ditutup pada pukul 20.36 WITA. Foto itu merekam keadaan di lokasi, tetapi belum menjelaskan apakah penutupan berkaitan dengan berakhirnya jam pelayanan, pengaturan jalur, atau alasan operasional lainnya.
Di sinilah konfirmasi kepada pengelola SPBU dan Pertamina menjadi penting.
Stok dan antrean, dua hal yang perlu dijelaskan
Ketika antrean panjang terlihat di sejumlah lokasi, masyarakat wajar mempertanyakan ketersediaan BBM. Akan tetapi, antrean tidak serta-merta membuktikan bahwa seluruh persediaan BBM di Manado telah habis.
Ada beberapa hal yang perlu dibedakan: stok di terminal penyimpanan, penyaluran dari terminal menuju SPBU, persediaan pada masing-masing SPBU, serta kecepatan pelayanan kepada konsumen.
Keempatnya saling berkaitan, tetapi tidak selalu menggambarkan keadaan yang sama.
Karena itu, informasi bahwa pasokan telah ditambah perlu dibaca bersama perkembangan antrean di lapangan. Apakah pasokan telah diterima seluruh SPBU yang membutuhkan? Apakah distribusinya berjalan sesuai jadwal? Apakah terjadi peningkatan konsumsi atau persoalan operasional yang membuat kendaraan tetap mengantre?
Jawaban atas pertanyaan tersebut akan membantu menjelaskan apakah antrean lebih banyak dipengaruhi pasokan, distribusi, permintaan, pelayanan, atau gabungan beberapa faktor.
Tanpa data dan keterangan yang memadai, menyebut situasi ini sebagai kelangkaan menyeluruh akan terlalu dini. Namun, mengabaikan antrean yang dilaporkan di sejumlah SPBU juga tidak menjawab keresahan masyarakat.
Pengawasan dan kepastian bagi masyarakat
Selain penguatan pasokan, pengawasan penyaluran BBM bersubsidi juga menjadi bagian dari upaya penanganan.
Dalam laporan "SUDARA.ID, 15 Oktober 2026" (https://sudara.id/warganya-kesulitan-bbm-gubernur-sulut-yulius-selvanus-gerak-taktis-intervensi-kelangkaan-pertalite/), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut disebutkan mengintervensi dan mempercepat penanganan kelangkaan tersebut secara terpadu.
Langkah taktis dan koordinasi lintas sektor diambil memastikan pelayanan publik berjalan cepat, tepat, dan terukur agar aktivitas ekonomi warga tidak melumpuh. Dan berdasarkan hasil koordinasi mendesak, pihak Pertamina Patra Niaga bergerak mengantisipasi lonjakan permintaan dengan memasok tambahan Pertalite sebanyak 3.000 kiloliter (KL) melalui Integrated Terminal (IT) Bitung.
Pada saat yang sama, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai kondisi pasokan dan perkembangan pelayanan di SPBU.
Kepastian itu penting agar pengendara tidak harus berpindah-pindah SPBU hanya untuk mencari bahan bakar, sementara antrean berpotensi menambah kepadatan lalu lintas dan menghabiskan waktu.
Bagi warga, penjelasan yang dibutuhkan bukan hanya bahwa pasokan telah diperkuat. Mereka juga perlu mengetahui apakah langkah tersebut sudah berdampak pada pelayanan dan kapan kondisi antrean diperkirakan kembali normal.
![]() |
| Antrean Mobil Besin di SPBU Sario, Manado, pukul 16.42 WITA, Jumat (16/10/2026). |
Sore berganti malam, pertanyaan masih ada
Pukul 16.42 WITA, antrean bensin terlihat di SPBU Sario.
Pukul 20.36 WITA, penghalang SPBU tampak sudah ditutup.
Pukul 20.37 WITA, antrean mobil untuk solar terekam di lokasi yang sama.
Di tempat lain, laporan media pada hari yang sama menggambarkan antrean Pertalite dan solar yang mengular hingga jalan raya. Pertamina menyampaikan penambahan pasokan Pertalite sebanyak 3.000 kiloliter, sementara aparat turut memantau kondisi di sejumlah SPBU.
Rangkaian informasi itu memperlihatkan bahwa persoalan antrean BBM di Manado layak dilihat lebih luas daripada sekadar pemandangan di satu SPBU.
Meski demikian, dokumentasi di Sario tetap memiliki arti tersendiri. Foto-foto itu merekam situasi pada waktu tertentu dan mengajukan pertanyaan yang belum seluruhnya terjawab.
Apakah antrean terjadi karena lonjakan permintaan, persoalan distribusi, kondisi stok di SPBU, atau faktor operasional? Apakah penambahan pasokan Pertalite telah membuat pelayanan membaik? Bagaimana kondisi penyaluran solar pada malam hari?
Jawabannya perlu ditelusuri melalui data penyaluran, keterangan resmi Pertamina, pengelola SPBU, dan pengalaman pengendara yang berada langsung di lokasi.
Sebab, pada akhirnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi bahwa BBM tersedia di suatu wilayah. Mereka membutuhkan kepastian bahwa bahan bakar dapat diperoleh dengan pelayanan yang wajar, tanpa harus kehilangan terlalu banyak waktu di jalan.
Sore telah berganti malam di SPBU Sario. Antrean bensin dan solar menjadi dua potret dari satu hari yang sama. Di sejumlah SPBU lain, laporan mengenai antrean panjang menunjukkan bahwa pertanyaan tentang pasokan dan pelayanan masih perlu dijawab.
Antrean bensin sore, antrean solar malam. Ada apa dengan BBM di Manado?

